Mengenal Market Kita

Hallo semuanya, mohon maaf banget nih sebelumnya karena saya baru sempat update materi lagi. Maklum lagi sibuk banget hehe..

Oke, karena saya banyak dapat pertanyaan

“bang kok jualan susah ya?”.

“bang kayaknya aku gak bisa jualan deh”

“bang kok dia bisa cepat gitu ya jualannya?”

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, untuk menjadi seorang pengusaha kamu harus punya mindset yang benar. Kalau gak benar? Ya jualannya kacau.

Nah, jika kamu merasa dalam posisi seperti ini, kamu bisa baca kembali artikel sebelumnya yang sudah pernah saya tulis “Mengubah Mindset Menjadi Seorang Pengusaha

Jika sudah membaca kembali, mungkin problemnya adalah kamu tidak mengenal MARKET (Orang Yang Tertarik Dengan Produk Kamu).

Saya definisikan secara sederhana ya. Jadi market itu adalah kumpulan orang – orang yang berada di dalam suatu lingkungan.

Kalau saya pribadi membagi market itu secara luas menjadi 2 macam, yaitu market umum dan market spesifik.

Saya jabarin nih yaa hehe..

Market umum ini adalah kumpulan orang – orang yang memiliki minat yang berbeda – beda. Contoh, jika kamu pergi ke mall, apakah orang yang di mall akan mencari produk yang sama? Pasti jawabanya TIDAK.

Karena orang – orang yang berada di dalam 1 mall, mereka memiliki minat yang berbeda beda. Makanya di dalam mall ada begitu banyak macam produk dan jasa. Ada yang jualan buku, makanan, aksesoris, game, alat olahraga, kasur, lampu, jam tangan, fashion, dan begitu banyak macam lainnya.

Oke sampe sini mulai dapat gambarannya ya? Karena ini bakalan berhubungan nantinya dengan teknik jualan di instagram dan marketplace.

Market Spesifik adalah kumpulan orang – orang yang memiliki minat yang sama. Contoh jika kamu adalah pecinta ikan laga, maka kamu akan mencari grup – grup dengan minat yang sama. Bener yah??

Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi dan menjalin komunikasi dengan pencinta ikan laga yang lain.

Tiba – tiba di dalam grup itu ada orang yang menjual ayam hias, kira – kira kamu sebagai pencinta ikan laga mau beli gak?? 98% saya yakin tidak akan. KENAPA??

Bukan karena kamu gak suka ayamnya, tapi kamu gak tau kenapa harus beli itu ayam. Nah, di posisi ini kamu disebut sebagai COLD MARKET. Yang biasa diistilahkan dengan market yang dingin.

Kalian kalau jumpa orang yang sifatnya dingin, susah gak mau ngobrol? Sudah pasti susah kan. Nah, gimana caranya agar dia menjadi hangat, sehingga bisa menjalin komunikasi yang lebih nyaman??

Saya kasih kamu dalam sebuah ilustrasi..

Mengenal Cold, Warm dan Hot Market

Contoh nih, kamu berada dalam 1 perkuliahan, kamu jumpa banyak orang baru. Apakah kamu tiba – tiba langsung bilang “yok bro main ke rumah aku”.

Kira – kira gimana respon orang yang kamu ajak seperi itu? “Ya nolak laah”. Emang lu siapaa ngajak gue tiba” ke rumah lu? hahaha..

Paham yaa, disini posisi nya MEREKA masih dalam keadaaan COLD. Lalu, pertanyaannya gimana agar pernyataan “yok bro main ke rumah”, bisa diwujudkan?

Ya gak usah pusing gitu bro mikirnya haha..

Jawabannya KENALAN.

Simpel yaaa haha, ya kamu kenal dia dulu. Tanyak dia nama nya siapa, kenapa masuk jurusan ini, rumahnya dimana, ajak makan bareng dulu, hangout barang, ya intinya kenal dulu pribadinya.

Setelah udah sering jumpa, sudah kenal maka temenmu kamu yang awalnya COLD menjadi WARM (Hangat)

Ketika kamu sudah berhasil membuat dia WARM barulah kamu bisa mengajak dia ke rumah kamu. Ketika di rumah, maka keintimannya akan semakin dekat.

Kalian mulai curhat satu sama lain, kalian mulai main game bersama mungkin, ya pada intinya temen kalian ini bakalan bisa jadi sahabat kalian, orang yang dapat kalian percaya.

Di momen seperti ini mereka yang awalnya COLD, berubah jadi WARM dan akhirnya menjadi HOT.

Kalian sudah mulai dapat gambarannya dalam bisnis?? Orang – orang yang tidak mengenal bisnis kita, produk kita, jasa kita adalah orang – orang yang berada dalam COLD MARKET.

Orang – orang yang berada dalam lingkungan kita seperti temen, sahabat atau siapapun yang kenal kita disebut WARM MARKET.

Orang – orang yang pernah beli di kita, reseller, dropshipper, atau siapapun yang pernah bertransaksi dengan bisnis kita disebut HOT MARKET.

Dari contoh di atas, seharusnya kita sudah bisa ambil kesimpulan bahwa untuk kamu jualan pertama kali adalah jualan dengan orang terdekat kamu (orang yang kenal dengan kamu).

Karena merekalah yang memiliki trust dengan kamu. Yang otomatis akan trust dengan usaha kamu. Simpel yaah??

Pertanyaannya gimana cara jualannya ke mereka? Nanti saya akan bahas di artikel selanjutnya yaa 🙂

Nah, lalu gimana caranya agar bisa menjual produk ke COLD MARKET?? Sama contohnya kayak kasus perkuliahan tadi. Kenalan dulu..

Kamu yang kenali produk kamu ke mereka. Dengan memberikan EDUKASI tentunya. Contoh jika kamu sekarang jualan kaos, kamu bisa beri informasi tentang “gimana cara merawat kaos” atau “gimana sih bedanya kaos katun dengan non katun”.

Ya dapat informasinya dari mana? Ya cari, kalau buat cari informasi juga semuanya harus disediain, ya tutup aja usahanya haha..

Ini era digital, kamu bisa mendapatkan semua informasi dalam hitungan detik. Jadi belajarlah untuk membaca..

“Jika kamu gak mau usaha buat dirimu sukses, kamu jangan berharap semesta akan mendukungnya”

Nah kembali ke topik tadi, setelah kamu edukasi maka beberapa dari mereka yang cold akan berubah menjadi warm.

Orang – orang yang berada di dalam warm market adalah orang – orang yang minimal pernah menanyakan produk yang kamu jual. Artinya, mereka sudah ada minat nih dengan produk yang kamu jual.

Tinggal mereka mau beli atau enggak. Nah ketika kamu berhasil mengumpulkan banyak warm market, selanjutnya apalagi?

“Apakah kamu langsung DM dia secara personal untuk membeli produk kamu?”

Hahaha.. jangan pernah melakukan hal kayak gitu ya. Jangan pernah jualan secara personal. Pahami konteks ini

“Orang suka beli, tapi tidak suka dijuali”

Untuk merubah warm ke hot tadi caranya adalah memberikan testimoni orang – orang yang sudah pernah membeli di kamu.

Tunjukkan ke mereka bahwa produk yang kamu jual bener – bener berkualitas dan memberikan kepuasaan kepada customer.

Lakukan ini secara berulang – ulang setiap hari dengan pola yang berbeda – beda. Saya gak mungkin ajarin semua disini, silahkan kamu kreatifitasin sendiri yah 🙂

Selain testimoni atau yang biasa orang sebut social proof, kamu juga bisa memberikan special offer.

Misalnya diskon beli 3pcs hanya 100rb, atau beli 2 gratis 1, atau khusus pembelian hari ini akan mendapatkan free stiker dan gantungan kunci. Dan lain sebagainya..

Kamu bisa baca banyak refrensi dari google untuk contoh – contoh penawaran.

Nah sampai sini kamu sudah mulai paham yaa gambaran tentang market. Jadi tidak semua market teknik jualannya sama.

“Beda media, beda market, beda teknik”

Sampai juga di next artikel, keep strong 🙂